>

Ketahui Kandungan Dalam Teh Pelangsing Beserta Resikonya


Bagi yang menginginkan tubuh langsing biasanya, tanpa berpikir panjang mencoba berbagai cara, termasuk dengan meminum teh pelangsing. Teh pelangsing makin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang mencari cara instan untuk mendapatkan berat tubuh ideal. Berbagai macam produk teh banyak dijumpai di pasaran maupun bisa dibeli via online, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkannya.

Di balik efeknya dalam melangsingkan tubuh, timbul beragam pertanyaan, misalnya apakah produk-produk pelangsing ini telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)? Selain itu, apa saja kandungan dalam teh pelangsing? Atau adakah kandungan yang justru mengancam kesehatan?

Kandungan Teh Pelangsing

Teh pelangsing yang terbuat dari bahan herba diklaim mampu membantu melangsingkan badan. Namun sering kali produk teh tersebut mengandung berbagai bahan kimia yang tidak tepat dengan dosis yang tidak tepat pula, seperti sibutramine, fluoxetine, serta kafein. Untuk memahaminya, berikut ini adalah kandungan produk pelangsing dan risiko yang mungkin ditimbulkan.


Fluoxetine

Fluoxetine merupakan obat yang masuk kategori penghambat pelepasan selektif serotonin (SSRI). Fungsi obat ini sebenarnya bukanlah untuk diet, melainkan untuk menangani kondisi depresi, gangguan panik, serta gangguan disforia pramenstruasi berat (PMDD). Selain itu, fluoxetine juga digunakan untuk pasien bulimia dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).Penggunaan fluoxetine secara tidak tepat justru mengundang berbagai efek samping yang serius, seperti perdarahan yang tidak normal dan kejang, serta kecenderungan untuk bunuh diri. Selain itu, fluoxetine juga bisa menyebabkan kematian akibat ventricular arrhythmia, terutama jika dikonsumsi bersama dengan obat ibuprofen, aspirin, atau obat-obatan untuk mengatasi depresi, kecemasan, bipolar, kemoterapi, penyakit jantung, psikosis, serta pembekuan darah.

Sibutramine

Zat ini digunakan untuk menekan nafsu makan guna menurunkan berat badan. Namun, pada tahun 2011 obat ini ditarik dari pasaran karena penelitian menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah dan denyut jantung. Hal tersebut bisa menimbulkan risiko yang berbahaya jika dikonsumsi oleh seseorang yang memiliki arteri koroner, gagal jantung kongestif, stroke, atau detak jantung yang tidak normal (aritmia).

Selain beberapa risiko kesehatan itu, zat ini juga bisa menimbulkan interaksi yang membahayakan nyawa jika digunakan bersama obat-obatan lain.

Kafein

Zat ini tergolong diuretik dan dapat memicu kehilangan cairan. Kafein umumnya terkandung di dalam kopi, teh, soda, cokelat, minuman berenergi, hingga obat-obatan. Kafein dapat menurunkan nafsu makan untuk beberapa waktu. Namun, belum ada bukti bahwa meningkatkan konsumsi kafein dapat menurunkan berat badan secara permanen.

Asupan kafein harian secara keseluruhan untuk orang dewasa maksimal adalah 400 miligram. Sementara untuk remaja, maksimal adalah 100 miligram. Konsumsi kafein yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti meningkatnya tekanan darah, mual, insomnia, .

Agar terhindar dari risiko yang berbahaya, usahakan untuk menempuh cara menurunkan berat badan yang aman dan sehat, untuk mendapat bobot tubuh yang sesuai dengan indeks masa tubuh ideal (BMI). Angka ideal BMI untuk populasi Asia berkisar di antara 18,5-22,9.

Angka itu didapat dari perhitungan : berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m)2.

Konsumsilah makanan sehat secara seimbang dan kurangi takaran saji makanan Anda, terutama yang mengandung lemak tidak baik, untuk menurunkan berat badan secara alami. Di samping itu, upayakan untuk rutin berolahraga setiap hari agar lemak di dalam tubuh tidak menumpuk terus-menerus.

Selain itu, jika Anda berniat mengonsumsi produk pelangsing dalam bentuk apa pun, termasuk teh, periksalah apakah produk itu telah terdaftar di dalam BPOM dan apa saja kandungan produknya. Hindari produk pelangsing yang terutama mengandung sibutramine dan fluoxetine, serta kafein. Bila perlu, konsultasikan terlebih dahulu pada dokter gizi sebelum mengonsumsinya, dan tanyakan program melangsingkan berat badan yang aman untuk dijalani. Semoga bermanfaat.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru